Photobucket
iQko
Review By iQko.
Selalu ada dua jenis artis dalam dunia ini. Pertama, mereka yang berkarya untuk meraih popularitas dan menghasilkan karya yang ear friendly. Kedua adalah mereka yang sudah melampaui batas ini dan menghasilkan karya sebagai proyek pribadi untuk memuaskan skill musikalitas. Duncan Sheik? Saya rasa masuk ke golongan kedua ketika menyimak albumnya yang paling baru yaitu ”Whisper House”
Untuk anda yang besar di generasi Ally McBeal, Friends dan serial sejenisnya pasti mengikuti juga apa yang terjadi di dunia musik pada saat itu. 1996 merupakan tahun debut Duncan Sheik yang membawa ”Barely Breathing” menjadi track yang paling banyak diputar di radio Amerika selama setahun penuh! Penyanyi yang berasal dari New Jersey ini kemudian sedikit berputar arah ketika dia menyadari dunia musik kemudian pelan-pelan dikuasai oleh light-weight-pop-performer (yup, ini jamannya Britney dan teman-teman) pada tahun 1998. Albumnya yang berjudul Humming tidak terlalu meledak di pasaran pada saat rilis di tahun yang sama. Entah karena faktor pop komersil itu tadi sehingga album ini hanya menjadi pembicaraan di antara para kritikus musik.
Tapi itu tidak menjadi masalah karena Duncan telah menemukan media berekspresi selanjutnya. Teater menjadi pelariannya. Tahun 2001, Duncan Sheik membuat sebuah album dengan bekerja sama dengan Seteven Sater. Ini adalah kolaborasi pertama mereka. Judul albumnya? Phantom Moon. Banyak orang menganggap bahwa ini adalah album yang paling bagus dari segi musikalitas, konten, sampai penggarapan album yang sempurna. Nilai komersil? Tidak terlalu membanggakan. But the show is didn’t end yet! Kerja kerasnya dalam menghasilkan karya yang sempurna terbalas di tahun 2002 ketika album Daylight dirilis. Yeah, this is “On A High”! Dunia musik kemudian melihat lagi kesuksesan Duncan Sheik. Bayangkan saja ketika track ini langsung menjuarai chart lagu dance milik Billboard. Plus dalam rentan waktu rilis album White Limousine di tahun 2006, sebuah karya lain dihasilkan bersama Steven Sater. Karya ini berupa scoring untuk film Spring Awakening dan menghasilkan 2 buah Tony Award dan 1 buah Grammy Award. Dahsyat!
Tiga tahun berlalu dan sekarang yang ditawarkan adalah Whisper House. What the hell with this album? Tahu filmnya Tim Burton, A Night Before Christmas? Atau film dari Nicole Kidman, The Others? Hmm, bisa dikatakan album ini menjadi salah satu potongan adegan dalam film tesebut. Karena Duncan Sheik kembali lagi kepada karya teatrikalnya. Awal idenya datang dari saran aktor Keith Powell yang menantang Duncan menghasilkan sebuah karya yang berdasarkan cerita mengenai sebuah rumah hantu di Inggris. Lengkaplah sudah karya melodrama ini. Full of ghost! Albumnya berkisar mengenai perjalanan seorang anak yang bernama Christoper yang pada perang dunia II kehilangan sosok ayahnya karena mesti berperang dengan Jepang. Akhirnya Christoper dibawah ke sebuah rumah pengungsian di Maine untuk tinggal bersama sang bibi. Disinilah Christoper menyadari bahwa dirinya dikelilingi oleh hantu dan terkadang hantu ini ”berbisik” padanya. Hahaha!
Ingat Holly Brook? Tidak? Kalau begitu ingat lagu Where’d You Go milik Fort Minor? Yups, inilah cewek yang dipercaya mengisi suara dua (kalau tidak ingin dikatakan teman duet) dalam album ini. 10 track, dengan total durasi sebanyak 42 menit kita bisa menikmati suara indah milik Holly Brook. Bahkan pada track ”And Now We Sing”, asli ni lagu miliknya. Duncan Sheik hanya menjadi suara duanya saja. Hebat!
Episode pertama dalam drama ini dibuka pada track pertama, ”Better To Be Dead”. Ironis! Apa yang tergambarkan dalam track ini yaitu awal cerita Christoper dan ibunya yang menjadi rapuh akibat kehilangan sang suami di medan perang. Karena tidak sanggup lagi mengurus Christoper, sang ibu kemudian mengirimnya untuk tinggal bersama ”Aunt Lily” di Maine dan disinilah cerita ini berawal. Dilanjutan dengan track ”We Here To Tell You” yang bercerita dari sudut pandang sang hantu. Bagaimana mereka menyambut Christoper dan rasa penasaran para hantu karena dia terkadang bisa merespon mereka.
Dari segi musikalitas, track yang paling mencuri perhatian yaitu ”And Now We Sing” yang menghadirkan Holly Brook. Track ini terkesan sederhana, cuma suasana mistis yang dibangun sangat terasa! Mulai dari intro sampai suara jernih milik Holly masuk dan menjadi kesatuan. Hebat! Keseluruhan track dalam album ini juga berisikan bebunyian dari klarinet, terompet, gitar dan drum. Sederha namun terdengar sangat efektif membangun suasana dari ”Whisper House” itu sendiri.
Dari segi lirik, bisa digambarkan jenius! Alur yang mengalir dari track ”Better to Be Dead” sampai track ”Take A Bow” berjalan dengan lancar. Bahkan track “Take A Bow” seakan-akan menjadi outro dan ending bahwa pertunjukan sudah selesai. Silahkan bertepuk tangan! Walaupun ada beberapa track yang terdengar klise seperti Oh You’ve Really Gone dan Done it Now tetap tidak mengurangi kualitas album ini. Satu track yang istimewa juga adalah karena dia penuh dengan suasana natal! Yaitu track “The Tale Of Solomon Snell”. Hehehe, ring the bell, ring the bell!
Bisa jadi album ini sangat menggambarkan sisi ambisionis seorang Duncan Sheik, dimana dia bisa bekerja dan menghasilkan karya yang berbeda dari jalur mainstream yang ada. Album Whiper House ini juga semakin menegaskan bahwa Duncan Sheik adalah seorang komposer yang jenius, serta sangat perfeksionis dalam setiap albumnya. Tetapi ketika berbicara tentang industri musik, mau tidak mau dia akan terus dibandingkan dengan karyanya yang sukses secara komersil pada album terdahulu.
Overall album ini bukan jenis album yang didengarkan ketika sedang hangout with your buddy. Bukan pula album yang diputar di malam pesta ulang tahunmu. Tapi ini adalah jenis album berkualitas dengan lirik dan sound yang digarap dengan sempurna dan bisa dijadikan koleksi. Cari album ini!
utk Track List “Whisper House” click…

1. Better To Be Dead
2. We’re Here To Tell You
3. And Now We Sing
4. The Tale Of Solomon Snell
5. Earthbound Starlight
6. Play Your Part
7. You’ve Really Gone and Done It Now
8. How It Feels
9. I Don’t Believe In You
10.Take A Bow

By : iQko
http://radioholicz.blogspot.com