Photobucket
Review By Joe Ari.
Apa yang kalian harapkan oleh gadis yang tahun ini genap berusia 20 tahun, melalui album keduanya ini? Perubahan yang total dari segi musik? Lirik? Tentu saja, memang tidak salah, karena saya pun berharap demikian. Debut album self titlednya pun lumayan sukses, dan menelurkan beberapa hit single di chart, dengan penjualan album yang tidak mengecewakan juga tentunya. Memadukan unsur musik R&B, pop, pop-dance dan pop-rock, membuat album ini menjadi campur aduk. Apakah ini terlalu cepat untuk jeboan AI ini merubah konsep musik dari sebelumnya yang hampir semuanya bergarap R&B? Mari kita selidiki lebih jauh. Battlefield, album kedua yang masih diproduseri dengan produser yang sama, Harvey Mason, Jr. and Claude Kelly serta tidak ketinggalan untuk mendapatkan pengalaman baru untuk meramu albumnya, Jordin juga bekerja sama dengan produser, penulis dan pencipta hitmakers yang diincar semua penyanyi, khususnya penyanyi perempuan, yakni Ryan Tedder, Dr. Luke dan Toby Gad. Tampaknya Jordin Sparks berusaha keras agar terlihat matang, terbukti dengan usahanya yang cukup gigih memaksimalkan kemampuan vokalnya, dan juga keterlibatannya langsung menciptakan beberapa lagu. Dibuka dengan “Walking on Snow” yang cukup menghentak dan ceria, sebagai pembuka yang segar. Dilanjutkan dengan “Battlefield” yang menjadi single pertama, dan langsung menjadi single kesukaan saya, dimana Jordin mulai mengasah kemampuan vokalnya lebih tinggi, namun karena terlalu dipaksakan, membuat single ini terdengar tanggung, meski musik dan lirik pada lagu ini sudah maksimal, dan dominasi Ryan Tedder sangat terasa pada lagu yang berbalut dengan pop dan rock ini, sebetulnya berpotensi menjadi hits jika Jordin bisa mengimbangi dengan memaksimalkan vokalnya. “Don’t Let it Go to Your Head”, “It Takes More”, dan “No Parade” merupakan kedua lagu yang tidak berbeda jauh dari segi musik. “S.O.S. (Let the Music Play)”, “Watch You Go”, Emergency (911) beberapa track dengan beat mid dance tempo yang masih cukup asik untuk dinikmati. Alunan piano pada intro track “Let It Rain”, dan “Faith” bukan merupakan lagi gospel. Dengarkan “Was I the Only One” single ballad yang sangat asik, setelah jenuh dengan beberapa track yang sebelumnya. Ditutup dengan “The Cure” yang masih sama dengan track sebelumnya. Jordin Sparks sendiri mengatakan bahwa album keduanya ini meneritakan tentang, kekuatan, kegigihan dan sesuatu yang baik hingga menjadi yang buruk, dalam detilnya ini bisa berhubungan dengan keluarga, persahabatan dan pekerjaan. Secara keseluruhan, album ini memang berbeda dengan album terdahulunya, namun sangat membosankan jika harus didengarkan terus menerus. Tetapi dari segi pengahayatan vokal dari wanita satu ini sangat luar biasa, dan mendapat acungan 1 jempol dari saya dan tidak terasa rugi mengkoleksi album ini, dan secara keseluruhan lagi, album ini lebih baik dari album yang pertama. Sesuai judul albumnya, Battlefield, apakah album ini siap menghadapi peperangan yang sesungguhnya? Kita lihat saja, but overall, highly recommended.
Untuk Track listing Battlefield, klik:

Read More