Time Tunnel: Limp Bizkit

Kedengeran seperti LIMP BISCUIT ya? Tapi sebenarnya itu enggak begitu penting. Lebih penting sebenarnya bagaimana band ini bisa mengambil alih dunia, menjadi pusat perhatian, dan mudah2an bisa bertahan sampai usia pensiun. Ya, this week Time Tunnel, proudly presents, Limp Bizkit by request…
Review By Ai Hasibuan

Photobucket
Limp Bizkit adalah band asal Florida, Amerika Serikat yang mengusung aliran Nu Metal di tahun 90’an. Band ini originalnya dibentuk di tahun 1994 dengan anggota Fred Durst, Sam Rivers, John Otto, dan Wes Borland. Di awal karir, mereka sudah mendekatkan diri dengan band yang lebih duluan eksis, yaitu Korn. Sebenarnya dari sinilah nantinya Limp Bizkit bisa nembus industri rekaman, karena demo mereka yang berisi lagu2 yang kemudian jadi hit, kayak Counterfeit, diperkenalkan kepada produser yang juga memproduseri Korn. Apa enggak hebat tuch? Dan dari sini, mereka juga terbawa2 ke kesuksesan lainnya. Sebut aja kayak nebeng sukses bareng Garbage, tur ama Deftones dan House of Pain, yang kemudian mendekatkan mereka pada anggota terakhir dalam tim, yaitu DJ Lethal!
Keseriusan Limp Bizkit dalam industri rekaman adalah saat mereka berhasil merilis album Three Dollar Bill, Y’all$ di tanggal 1 Juli 1997 di bawah label Interscope. Disini, musik mereka udah lebih komersil. Karena mereka mencampurkan Nu Metal sebagai unsur utama ditambah rapcore sebagai cita rasa. Hasilnya? Album ini menduduki posisi 22 di Billboard Hot 100 chart dan berhasil meraih plakat double platinum. Ck ck ck… Benar2 prestasi. 13 track yang disediakan terdengar sangat menjanjikan. Apalagi satu lagu cover version-nya George Michael yang berjudul Faith! Pasti sampai sekarang masih terasa dentuman garang dan jeritan hardcoenya kan?! Membuat lagu ini jadi kayak everlasting rock song dan enggak lekang dimakan jaman! Dan ini jugalah yang menjadi jalan mulus untuk mereka supaya terus bisa berkarya di dunia musik!
Album kedua berjudul Siginificant Other pun diluncurkan di 22 Juni 1999. Disini semakin banyak lagu yang bisa melambungkan nama Limp Bizkit! Sebut! Nookie, Re-Arranged, N 2 Gether Now, dan Break Stuff! Album ini sudah lebih kompleks dan lebih mampu untuk menuju puncak. Buktinya, debut di nomor satu dengan nagka penjualan 634.000 kopi, dan sampai sekarang album ini terjual sebanyak 7,5 juta kopi seluruh dunia. W-O-W! What a number! Dan nama2 musisi yang muncul membantu band ini juga udah semakin beragam. Stone Temple Pilots, Korn, Method Man, dan System Of A Down. Heboh kan?! Emang!! Bahkan band ini smapai menjadi the most wanted performer di ajang Woodstock 1999. Tapi ada side effectnya. Dikatakan bahwa penampilan mereka di ajang tersebut yang membawakan lagu Break Stuff menjadi pemicu terjadinya berbagai tindak pemerkosaan dan kriminalitas seksual lainnya pasca konser. Wah wah wah… Lebih hebat lagi, band ini kemudian bermasalah dengan musisi metal lainnya, kayak Slipknot, Zakk Wylde, Creed, Taproot, hingga Eminem. Tapi namanya kontroversi juga bisa sedikit bagus untuk mendongkrak popularitas. Toh akhirnya band ini sanggup melanjutkan perjalanan mereka hingga ke album Chocolate Starfish and the Hotdog Flavoured Water di 15 Oktober tahun 2000. Luar biasanya, angka 1,05juta kopi tercatat sebagai penjualan di minggu pertamanya! Dan hingga kini ga kurang dari 6 juta kopi terjual di Amrik saja. Inilah puncak karir Limp Bizkit!!
Sampai disitu, formasi band masih solid. Tapi kemudian di tahun 2001, Wes Borland memutuskan untuk mengundurkan diri dari jajaran salah satu band papan atas ini dengan alasan masalah pribadi antara dirinya dengan Fred Durst. Paling ga band ini bisa bertahan dan merilis Results May Vary di 23 September 2003 dengan formasi DJ Lethal, Fread Durst, John Otto, Sam Rivers, Brian Welch, dan Mike Smith. Hasilnya lumayan mengecewakan. Peak di nomor 3 Billboard Hot 200 Albums dan berhasil meraih peringkat platinum di tahun 2004. Ini sangat kontras jika dibandingkat proyek mereka yang sebelumnya, kan?! Hingga akhirnya Wes Borland menyatakan kembali bergabung dengan band, dan dirilislah The Unquestionable Truth (Part 1) sebuah EP di 2 Mei 2005 dan terjual lebih dari 1 juta kopi di seluruh dunia. Bukannya membaik, tapi tetap tidak begitu menggembirakan bagi band ini, yang akhirnya membawa mereka untuk membuat keputusan hiatus secara merilis Greatest Hits di tahun yang sama. Tapi ternyata, Wes Borland kecewa dengan proyek Limp Bizkit setelah kembali bergabungnya dirinya. Dia memberi pertanyaan “a piece of shit and a waste of money.” kepada proyek Greatest Hits tersebut, dan akhirnya mengundurkan diri untuk kedua kalinya. Memang bukan masa berjayanya lagi.
Tapi di tahun 2008, tanda2 kehidupan Limp Bizkit udah mulai terasa. Penampilan live mereka di tahun 2001 lalu dirilis dalam bentuk DVD di tahun 2008, dan mereka berkomitmen ulang untuk kembali mengambil alih perhatian dunia melalui musiknya, bukan kontroversinya. Berikut pernyataannya. "We decided we were more disgusted and bored with the state of heavy popular music than we were with each other. Regardless of where our separate paths have taken us, we recognize there is a powerful and unique energy with this particular group of people we have not found anywhere else. This is why Limp Bizkit is back." Nah, buat kalian yang mengaku penggemar berat imp Bizkit, udah bisa gembira ria. Karena Limp Bizkit akan menghentak dunia kalian, sebentar lagi!!

Studio albums:
* Three Dollar Bill, Yall$ (1997)
* Significant Other (1999)
* Chocolate Starfish and the Hot Dog Flavored Water (2000)
* Results May Vary (2003)
* The Unquestionable Truth (Part 1) (2005)

Read More

Time Tunnel: Aqua

Photobucket
Review By iQko.
The Beginning
Selama ini industri musik selalu berkiblat kepada musik yang berasal dari Amerika. Hal ini bisa menjadi semacam tolak ukur seorang artis apakah mereka bisa menembus pasar Amerika (baca : artinya sukses) atau tidak. Hal ini akan sulit tentu saja bagi musik-musik yang berasal dari Eropa, Australia, khususnya lagi Asia. Tapi Aqua bisa merontokkan semua persepsi itu. Dengan formula musik mereka, wabah ”Barbie Girl” menyebar diseluruh dunia dan semua orang terpengarah. Siapakah keempat orang ini?
Perjalanan mereka bisa dikatakan sedikit tidak terduga. Claus Norreen dan Søren Rasted yang piawai memainkan keyboard dan drum sudah sering bekerja sama. Dalam proyek mereka yang terakhir di tahun 1989 mereka membuat soundtrack sebuah film Denmark yang berjudul Fraekke Frida.  Disinilah kemudian bertemu dengan René Dif. Apa yang terjadi kemudian? Berkat René lah yang mengenalkan mereka kepada personel terakhir, Lene Grawford Nystrøm yang berasal dari Norwegia. Keempat orang ini mulai menyusun ide dan konsep musik yang ingin diusung. Holla! Sebuah amunisi baru telah tercipta. Band ”Joyspeed” siap untuk menggebrak pasar Eropa. Tapi sayang debut single mereka “Itzy Bitsy Spider” yang dirilis di Swedia dan Denmark tahun 1995 hanya mampu bertahan selama satu minggu saja di tangga lagu dan kemudian terdepak keluar!

The Breakthrough
Untuk istilah orang sini, ganti nama berharap bisa ganti rejeki. Formula ini juga disadari oleh Lene dan ketiga personel yang lain. Mereka harus memikirkan strategi baru untuk tetap bisa eksis. Mereka memutuskan mengganti nama menjadi Aqua. Project single pertama yang dites kemudian adalah track ”Roses are Red” yang dirilis pada bulan september 1996. Bersyukurlah mereka masih dipercaya oleh Universal Music Denmark untuk mengeluarkan single ini. Hasilnya sudah mulai terlihat. Single ini mampu bertahan selama 2 bulan dan berhasil memperoleh platinum. Single berikutnya adalah “My Oh My” yang dirilis pada bulan Februari 1997. Single ini berhasil mencapai penjualan gold! Inilah yang menjadi tanda bahwa Aqua siap memulai debut sukses mereka.
Ditahun yang sama, tepatnya di bulan September, Aqua merilis debut album mereka yang pertama. ”Aquarium”. Sebuah optimisme mulai terpancar ketika single ”Barbie Girl” menohok benak semua orang. Lagu apakah ini? Makna ambigu di balik lirik cerdas membuat semua orang menikmati lagu ini. Bercerita tentang apa yang bisa dilakukan dengan seorang (atau sebuah?) Barbie. Ditambah lagi dalam video klipnya Lene menjadi seorang barbie yang cantik dan Rene sebagai Ken. Image komikal yang digambarkan menjadi semakin kuat. Single ini segera menjadi nomor satu di dataran Eropa dan berhasil menembus pasar Amerika dengan angka penjualan platinum. Di Inggris, album ini laku terjual jutaan keping. Sebuah formula yang jenius!
Formula inilah yang menjadi jurus andalan Aqua untuk single ”Lollipop” dan ”Doctor Jones” berikutnya. Image fun dan klip yang sangat-video-game membuat semua orang menjadi senang. Tapi pelan-pelan image ini menjadi boomerang bagi mereka. Banyak anggapan mereka tidak bisa menghasilkan sebuah track yang serius dan ”dalam” dari segi musik. Mereka menjawab tantangan itu! Single ”Turn Back Time” dirilis dan dijadikan soundtrack film ”Sliding Doors”. Sebuah lagu yang sangat membius dengan lirik yang sangat intens. Track ini berhasil menjadi radio airplay dan semua pihak terpuaskan dengan image Aqua.
Tahun 2000 menjadi tahun penentuan bagi kelompok ini. Sebuah full album dirilis lagi dengan keyakinan mereka bisa memetik hasil yang sama. ”Aquarius” resmi dirilis dengan single perdana yaitu ”Cartoon Heroes”. Single ini mendapat sambutan yang lumayan dan mendarat di posisi nomor 7 chart UK. Tapi ternyata album ini harus bekerja keras untuk mendapatkan sambutan yang sama dengan album terdahulu. Sebuah anthem energik dilepas sebagai single kedua yaitu ”Around The World”, hasil yang diperoleh sangat mengejutkan. Single ini flop dan tidak masuk dalam top 10 UK singles. Padahal tema dari album Aquarius ini sangat berbobot. Musikalitas dan kualitas lirik pun sangat dipertimbangkan. Tapi era boy band dan girl band sudah dimulai di tahun 2001. Dominasi beat yang mereka usung hanya familiar di telinga pasar Eropa.
Single “Freaky Friday” sekiranya akan dikeluarkan sebagai single ketiga. Mengikuti jurus sebelumnya yang mengeluarkan banyak single hits. Tetapi dalam sebuah aksi panggung mereka ditahun 2001, sang vokalis Lene mengalami kelelahan yang luar biasa dan pingsan di panggung pertunjukan. Pelan-pelan popularitas Aqua kemudian menurun dan mereka memutuskan untuk bubar di bulan Juli 2001. It’s so sad, but the show is over for them.

Where Did They Go now?
Walaupun sudah tidak tergabung dalam band Aqua mereka tetap berada di dalam industri musik dan menghasilkan karya solo masing-masing. Lene Grawford Nystrøm sendiri kemudian menikah dengan salah satu personel Aqua Søren Rasted. Debut solo Lene, “Play With Me” tidak bisa membuat sebuah “impact” yang sama. Album ini mentok di nomor 74 di Negara asalnya, Norwegia. Single pertama “It’s Your Duty” dari album ini sudah bekerja dengan baik. Sayang, kehamilan Lene di tahun 2004 membuatnya memutuskan vakum dan lebih memilih untuk berkeluarga.
René Dif sendiri lebih lincah daripada rekan-rekannya yang lain. Setahun bubarnya Aqua, tahun 2002 Rene melepas album “Let It All Out (Push It)”. Tetapi sayang, orang-orang sudah lupa pada Rene. Albumnya flop dipasaran. Søren Rasted sempat menjadi juri dalam Pop Idol versi Danish dan kemudian mendirikan sebuah band lain yang diberi nama Lazyboy. Band ini merilis sebuah album yang berjudul “Underpants Go On The Inside” pada bulan Januari 2005. penjualannya pun lumayan. Album ini berhasil masuk dan menduduki top 5 album di Australia. Personel terakhir, Claus Norréen, lebih tidak kedengeran kabarnya. Dia lebih senang untuk meremix hasil karya orang lain.
Mengingat 20 tahun perjalanan 4 sekawan ini, tahun 2008 mereka memutuskan bereuni dan mengeluarkan sebuah album greatest hits di tahun 2009 dengan satu single baru yaitu ”Back To The 80’s”. Pemunculan ini akan diikuti oleh konser comeback di beberapa negara. Tapi apakah ramuan musik Aqua masih bisa laku di jaman ini? Kita tidak tahu jawabannya!

Check out Aqua’s Trivia! click....

Read More

Time Tunnel: Awal Karir Teen Pop Princess

Photobucket

Review By Ai.
Sejak tahun 1997, sepertinya Pop sedang merajai dunia dengan kemunculan grup vokal dan solois yang without a doubt mengusung aliran pop murni plus koreografi yang sangat ceria dan rapi. Di akhir 1999 hingga awal 2000, muncullah nama 4 vokalis wanita yang bisa dibilang menguasai era musik pop tersebut dengan kecenderungan image ‘the girl next door’ dan menjadi role model bagi gadis2 teen saat itu. Meskipun mereka hadir bergilir, berturut, sehingga yang muncul berikutnya disebut2 sebagai followers, tapi hingga saat ini ke-4-nya masih eksis menggeluti aliran musik yang jauh lebih dewasa ketimbang saat2 mereka masih remaja dulu. Time Tunnel kali ini, akan memutar waktu, untuk kembali ke pop era, bersama Pop Princess: Britney Spears, Christina Aguilera, Jessica Simpson, dan Mandy Moore!

DEBUT ALBUM
Sepintas, Britney Spears-lah yang muncul awal ke dunia industri rekaman raksasa dengan debut single ‘...Baby One More Time’ rilis 23 Oktober 1998. Tapi sebenarnya Christina Aguilera yang justru muncul lebih duluan dengan single ‘Reflecion’, sebagai pop interpretation dari soundtrack film Mulan di 2 Juni 1998. Meskipun demikian, kesempatan untuk merilis album debut dimenangkan oleh Britney Spears. Dia merilis ‘...Baby One More Time’ oleh Jive di tanggal 12 Januari 1999, dan kemudian menghasilkan sejumlah hits yang benar2 besar di Amerika, Eropa, hingga Asia. Karena kelanjutannya adalah bergemanya ‘Sometimes’, ‘(You Drive Me) Crazy’, ‘Born To Make You Happy’, hingga ‘From The Bottom Of My Broken Heart’. Dan kesuksesannya terseret2 hingga awal 2000 lho. Cukup panjang juga, dan album ini berhasil meraih posisi pertama di Billboard Hot 200 albums, dan total penjualan hingga saat ini adalah 10.534.000 di Amerika saja!

Christina Aguilera berhasil menggandeng RCA record untuk merilis album perdananya berjudul ‘Christina Aguilera’ di 24 Agustus 1999. Album ini berisi 12 lagu dan memuat 5 hits! ‘Reflection’, ‘Genie In A Botlle’, ‘What A Girl Wants’, ‘I Turn To You’, dan ‘Come On Over Baby’. Album ini juga berhasil menempatkan diri di posisi puncak Billboard Hot 200 Albums dengan penjualan di minggu pertama sebanyak 252.000 kopi. Sampai sekarang, album ini terjual di Amerika sebanyak 8,1 juta keping dan lebih dari 16 juta keping di seluruh dunia! W-O-W! Enggak lama kemudian, muncullah another blonde girl di 28 September 1998 membawakan sebuah lagu ballad dengan kemampuan vokal yang luar biasa membahana berjudul ‘I Wanna Love You Forever. Lagunya berhasil menarik perhatian banyak orang dan ancaman berat bagi Britney dan Christina. Karena selanjutnya Jessica berhasil merilis album perdananya di bawah naungan Columbia Records (satu recording company ama Celine Dion, neh!) berjudul “Sweet Kisses” di tanggal 23 Nov 1999 dan bertengger di posisi 25 Billboard Hot 200 Albums dengan angka total penjualan 4 juta kopi di seluruh dunia. Hits nya? Selain debut ‘I Wanna Be With You’, disusul dengan duet bersama Nick Lachey ‘Where You Are’, dan ada juga ‘I Think I’m In Love With You’ yang menampilkan sang adik, Ashlee Simpson di video klip nya!

Mandy Moore datang belakangan dengan album yang sumpah jauh lebih pop ketimbang Britney Spears. ‘So Real’ dirilis di bawah 550 Music (yang juga pernah jadi label-nya Celine Dion) di tahun 1999 syang saat itu dirinya masih berusia 15 tahun! Peak di nomor 31 Billboard Hot 200 albums dan terjual hingga 3,5 juta keping di seluruh dunia tidak membuat Mandy berkecil hati. Karena langkah berikutnya adalah merilis album ini ke dalam edisi spesial yang berjudul ‘I Wanna Be With You Special Edition’ di 9 Mei 2000. Dan ternyata berhasil! Album ini ada di Billboard Hot 200 Albums tepatnya di angka 21 dengan penambahan 2,5 juta kopi! Single yang dirilis dari album ini meliputi ‘Candy’, ‘Walk Me Home’, ‘So Real’, dan ‘I Wanna Be With You’.
Untuk konsep album dan keseluruhan isi, aku memilih Jessica Simpson sebagai pemenang, karena albumnya berisi lagu2 yang diciptakan dan diproduseri oleh nama2 yang sudah menangani artis yang sudah lebih dulu famous. Seperti Louis Biancaniello, Sam Watters, Andreas Bagge, Carl Sturken, dan Evan Rogers. Dan ada bintang tamu Destiny’s Child di album pertamanya ini! Berikutnya adalah Christina Aguilera, dengan vokal terbaik, album perdananya adalah sebuah materi yang matang dan tidak sekedar pop biasa. Bonusnya adalah menyanyikan satu lagu pop ballad yang menuntut vokal habis2an, yaitu ‘I Turn To You’.

MASTERMIND
Siapa sich nama yang berhasil mengglobalkan ke-4 Pop Str ini di awal karier musik mereka? Tony Battaglia adalah nama orang yang kerap muncul di album “So Real” miliknya Mandy Moore. Ya, Tony sepertinya sangat terobsesi dengan jenis musik yang diusung ‘NSync dan Backstreet Boys, sehingga hampir keseluruhan track di album ini sangat kental pengaruh pop dari dua boyband tersebut. Hingga2 Mandy Moore sendiri yang saat itu masih berusia 15 tahun disebut2 sangat terinspirasi oleh kedua boyband itu. Wah wah wah wah… Semua pengamat musik dunia berpikir kalau Mandy hanya sanggup berjalan sampai album ini (mengingat konsep musik yang cenderung meniru), tapi buktinya, dia masih bisa eksis kog! Sedangkan sensasi pop Max Martin adalah Master Mind di balik kesuksesan ...Baby One More Time. Dan sebelumnya memang sukses menjaring BSB dan ‘NSync, menjadikan Britney Spears sebagai versi ceweknya 2 boyband itu.

Terima kasih kepada Louis Bincaniello dan Sam Watters yang telah memberikan “I Wanna Love You Forever” kepada gadis yang saat itu masih berusia 19 tahun ini, sehingga akhirnya dirinya bisa membuat record deal bareng ama Tommy Mottola, bos besar Columbia Records! Sedangkan untuk Christina Aguilera, Ron Fair adalah the man behind the curtain! Dirinyalah yang sukses memberikan lagu Reflection kepada Christina hingga akhirnya bisa dikenal ke jajaran industri musik dunia. Sampai saat ini dalam karirnya sebagai mentor, Christina Aguilera adalah proyek Ron Fair yang paling sukses!

GOSSIP GIRLS
Dulu sepertinya image gadis baik2 adalah yang benar2 mereka jaga, sehingga image itu juga bisa menjual. Apalagi pernyataan Britney Spears yang mengatakan bahwa dirinya akan menjaga keperawanannya hingga menikah. Tak berapa lama kemudian, justru beredar rekaman videonya melakukan hubungan suami istri bersama Justin Timberlake. Bukan itu kabar terburuk dari Britney, tapi sepertinya semenjak itu keadaannya semakin buruk. Dituduh melakukan operasi pembesaran payudara, hamil di luar nikah, kecanduan pesta dan obat2an. Tapi puncaknya adalah kegagalan pernikahannya yang membuatnya depresi dan melakukan pembotakan kepala!
Beda Britney, beda lagi Christina Aguilera. Di awal karirnya, dirinya sudah mulai dicibir sebagai pengikut Britney, seorang play girl (saat itu dirinya dituduh paling suka berganti2 pacar, mulai dari Carson Daly hingga Eminem) dan perubahan image luar biasa binal di era “Stripped”. Jessica Simpson juga tak kalah hebat mengalami badai kehidupan. Setelah putus nyambung dengan Nick Lachey dan akhirnya memutuskan untuk menikah, karirnya mengalami pasang surut juga. Berat badannya yang naik membuat dirinya dihujat media masa dan memaksanya untuk benar2 melakukan program pelangsingan, kegagalan pernikahan dikarenakan isu perselingkuhan dirinya yang melibatkan nama vokalis Marron 5, Adam Levine, hingga beralihnya ke aliran country dikarenakan berpacaran dengan Tony Romo, mantan pacar Carrie Underwood yang jelas2 mengusung aliran musik country juga, hingga gelar ‘dumb blonde’ yang melekat ke image-nya hingga kini!
Tapi gosip2 yang melanda kehidupan pribadi sepertinya sangat minim menerpa Mandy Moore. Dirinya justru jauh lebih ke sorotan karir. Mandy Moore sukse menguasai bidang musik dan film sekaligus. Mulai dari debutnya di “Princess Diaries”, Mandy akhirnya sukses membuat sejarah dalam karir film-nya dengan peran Jamie Sullivan di “A Walk To remember”. Tapi kemudian setiap perannya sepertinya tidak begitu brilian. “How To Deal”, “Chasing Liberty”, “Saved!” dan film2 lain yang dibintanginya sepertinya tidak begitu bergema. Hingga proyek terakhirnya “License To Wed” barengan Robin Williams tidak begitu buruk untuk karir filmnya yang semakin diragukan. Untuk saat sekarang, Mandy Moore sedang menikmati masa newly weed-nya dengan Ryan Adams, Christina Aguilera juga hidup bahagia dnegan suami dan anak pertama mereka, Britney Spears yang sangat menikmati kesuksean album terakhirnya Circus, dan Jessica Simpson yang sibuk berkeliling dunia untuk program Tv terbaru-nya barengan VH1. Siapa bilang mereka enggak bisa bangkit setelah badai besar menerpa??

SOUNDTRACKS
Di awal karir mereka ini juga, laris manis lho untuk mengisi soundtrack album… Chrstina Aguilera yang dari awal juga muncul di soundtrack “Disney’s Mulan” (Reflection), berikutnya keranjingan memasukkan lagunya ke dalam album kompilasi soundtrack. Sebut aja “Pokemon The First Movie” (We’re A Miracle) dan Madonna’s “The Next Best Thing” (Don’t Make Me Love You). Britney Spears juga me-remix lagu (You Drive Me) Crazy untuk soundtrack film “Drive Me Crazy”, lagu Soda Pop untuk soundtrack “Pokemon The First Movie”. Sedangkan Jessica Simpson muncul di album soundtrack “Here On Earth” (Where You Are, duet with Nick Lachey), “Rugrats In Pari"s (Final Heartbreak) serta muncul 2 kali untuk soundtrack “Dawson’s Creek” (I Think I’m In Love With You dan Did You Ever Loved Somebody). Dan Mandy Moore berhasil menyanyikan soundtrack utama film “The Center Stage” untuk lagu I Wanna Be With You.

Read More

Time Tunnel – Alanis Morisette

Tiap Kamis saatnya Time Tunnel lagi… Kali ini CD akan membahas Alanis Morrissette, walau Alanis masih tetap aktif hingga sekarang, ada baiknya kita mengenal lebih dalam ttg Alanis dimulai dari awal karirnya dan masa2 ke-emas-annya yg dikupas tuntas oleh iQko. Enjoy!
Photobucket

The Beginning
Siapa yang bisa menyangka bahwa seorang anak yang akrab dengan kamera dan hiruk pikuk dunia drama bisa menjadi “goddess” dalam dunia musik? Well, ready or not, Alanis Morisette sudah memulai hal itu sejak lama. Lahir pada tanggal 1 Juni 1974, Morisette kecil sudah mulai memainkan nada-nada kesukaannya dengan menggunakan piano sejak umur 6 tahun. Tahun 1984 rupanya memang tahun yang menguntungkan. Single “Fate Stay with Me” mengajak dia berkenalan dengan Lindsay Morgan. Orang pertama yang memperkenalkannya dengan dunia rekaman. Lewat track ini, suara Alanis sudah mulai menjadi airplay dimana-mana.
Tahun 1986 Alanis memulai debutnya di televisi dengan membintangi sebuah serial yang diproduksi oleh CTV dan Nickelodeon berjudul ”You Can’t Do That”. Semangatnya untuk menjadi bintang terus membesar sampai mengikuti kontes-kontes pencarian bakat lainnya seperti the Rising Star Talent Competition di Toronto, Kanada sampai di Star Search di New York. Walaupun Alanis mesti jatuh di putaran pertama saja.
Album pertama ”Alanis” dirilis oleh label MCA Records pada tahun 1991 di Kanada. Keseluruhan track dalam album ini juga ikut ditulisnya bersama sang produser, Leslie Howe. Tampaknya skill menulis track-track handal mulai terasah juga disini. Buktinya? Single ”Too Hot” mencapai angka penjualan platinum dan memenangkan beberapa penghargaan Juno Award di tahun 1992 yaitu Most Promising Female Vocalist of the Year, Single of the Year. Sayangnya album kedua tidak berjalan dengan begitu lancar. Lirik-lirik yang terlalu berat dalam album “Now It’s Time” tidak bersahabat dengan pasar di Kanada. Penjualannya drop! Hanya beberapa single saja yang dikenal oleh publik. Album kedua ini juga mengakhiri era kerjasama antara Alanis Morisette dengan MCA Records Kanada.

The Breakthrough
Perjalanan untuk menjadi seorang penyanyi akhirnya dimulai di tahun 1993. Lepas masa sekolah, Alanis memutuskan untuk pergi dari pindah dari Ottawa ke Toronto. Perjalanan ini tidak menghasilkan apa-apa. Selanjutnya? She Went to Los Angeles! Rupanya perjalanan ini membawa berkah. Kenapa tidak? Dia berkenalan pertama kali dengan Glen Ballard. Sosok yang mampu memahami sosok emosional Alanis dan menyalurkan dalam bentuk album ”Jagged Little Pill”.  Siapakah Glen Ballard? Dialah yang menulis track ”Man In The Mirror” milik mendiang Michael Jakson, memproduseri debut album Wilson Philips serta berhasil mengubah David Hasselhof menjadi seorang penyanyi. Tahun 1995, Alanis menandatangani kontrak dengan label Maverick Records milik Madonna dan ditahun yang sama album ”Jagged Little Pill” dirilis secara internasional.
Whoa! Tidak ada yang menyangka efek bola salju terjadi. Nama Alanis Morisette semakin membesar dan membesar! Niat awal untuk ”memperkenalkan” kembali suara Alanis berubah setelah seorang DJ dari radio KROQ, radio terkenal di L. A memutar single ”You Oughta Know”. Dengan lirik eksplisit plus sound yang beda membuat semua orang terperangah. MTV dan MashMusic kemudian menjadi sahabat dari video klip dari album ini. Walaupun telah merilis single ”All I Really Want” dan ”Hands In My Pocket”, titik klimaks dari album ini ternyata ada pada single ”Ironic” yang dilepas di pertengahan tahun 1996. Ingat dengan track yang satu ini? Inilah single terbesar dari Alanis yang membawanya kepada tamparan 12 platinum untuk album ini. Penghargaan dari Juno dan Grammy Award pun sudah pasti jatuh ketangannya.
Sudah bisa bernapas lega? Belum! Tahun 1998 lemparan berikutnya dimulai. Album ”Supposed Former Infatuation Junkie” dirilis setelah dirinya melakukan perjalanan ke India. Ingat video klipnya yang menuai kontroversi? Dimana Alanis ”go naked” dan bernyanyi sepanjang perjalanan? Inilah single ”Thank U” yang membius seluruh dunia dengan penampilannya. Sebagian besar track dalam album ini dikerjakan bersama produser Glen Ballard dan membawanya ke angka penjualan 469,000 kopi pada minggu pertama dirilis! Ekspektasi pertama Alanis tidak akan mencapai angka setinggi itu. Tapi ternyata album ini mampu duduk di posisi pertama Top 200 Billboard Album. Single ini masuk pula dalam nominasi Grammy Award lewat kategori Best Female Pop Vocal Performance. Sedangkan single lainnya yaitu “Unsent” dan “So Pure” yang video klipnya disutradarai sendiri memenangkan penghargaan MuchMusic Video Award for Best Director dan the Juno Award for Video of the Year.
Album Unplugged dirilis di tahun 1999 karena banyak orang yang menyukai penampilannya dalam acara MTV Unplugged. Album ini berisikan track-track dari dua album sebelumnya dan ketambahan 4 lagu baru termasuk cover version dari lagu The Police. Bisa dikatakan tahun ini merupakan tahun higlight bagi Alanis. Tampil di berbagai acara, serta tour selama 1999 dan 2000 menjadi acara wajib baginya.
Tidak puas hanya dengan label aktris dan penyanyi saja, Alanis mengambil alih album ”Under Rug Swept” dengan bertindak sebagai produser dan penulis lagu. Album ini dengan bermodalkan single ”Hands Clean” memulai debutnya di nomor 1 di Top 200 Billboard Album dan mendapatkan platinum di Kanada dan terjual satu juta keping hanya di Amerika Serikat saja. Walaupun single pertama ini dibicarakan dimana-mana, tapi sayang single kedua ” Precious Illusions” tidak begitu direspon baik.
Well, bagaimanapun semua perjalanan akan berbentuk kurva. Entah itu kurva keatas atau kebawah. Perjalanan Album ”So Called Chaos” yang dirilis di tahun 2004 tidak mendapat sambutan yang begitu berarti. Apakah karena keegoisan Alanis dalam memproduseri (lagi) albumnya sendiri? Entahlah. Karena single ”Everything” bahkan gagal masuk dalam jajaran top 40 single. Satu catatan yang perlu diingat, track ini menjadi musuh para Music Director radio di Amerika karena baris pertama yang menggunakan kata a**hole. Pyuh!
Untuk memperingati 10 tahun perjalanan album ”Jagged Little Pill”, album ini merilis versi akustik dari album tersebut di bulan Juni 2005. Yang membuatnya istimewa? Album ini hanya dijual di gerai kopi Starbucks selama 6 minggu saja! Album ini mampu mencapai angka penjualan 300. 000 kopi dan video klip ”Hands In My Pocket” menjadi juara di VH1. Di tahun yang sama pula, Alanis Morisette resmi merilis sebuah album Greatest Hits Alanis Morissette: The Collection. Album ini berisikan track-track hits dari album terdahulu plus satu buah track cover version dari lagu milik Seal yang berjudul “Crazy”. Sangat disayangkan memang, tapi album ini bisa dikatakan flop dipasaran. Sudah terlalu banyak mungkin hits single dari Alanis?

Where Did She Goes Now?
Tahun 2006 menandai perjalanan karir seorang Alanis Morisette bahwa dia bukan lagi highlight. Genre musik di tahun ini sangat berubah. Jawara dari Idol dan ajang pencari bakat lainnya berseliweran dimana-mana. Alanis pun menyadari ini. Bertepatan dengan tanggal 1 April 2007, tiba-tiba dunia dikejutkan dengan tampil dalam sebuah video klip di You Tube. Yang dibuat cover versionnya pun tidak main-main. My Humps dari Black Eyed Peas. Track yang bermain di arah beat dan sampling dijadikan sebuah single yang syahdu, penuh ratapan. Dia pun dijuluki ”lady lumps”. Tapi ini sesungguhnya hanyalah sebuah penanda. Sebuah pengingat bahwa seorang rocker yang pernah begitu dipuja oleh Majalah Rolling Stones masih eksis dan ada. Album ketujuh yang bertajuk ”Flavors of Entanglement” dirilis di pertengahan tahun 2008. Dalam album ini pencapaian seorang Alanis sudah begitu berubah. Concern yang begitu besar terhadap kemanusiaan menjadi proyek pribadinya. Lewat single ”Underneath” dia mencoba untuk mengajak masyarakat untuk peduli terhadap keadaan bumi sekarang. Single ini merupakan official track untuk Elevate Film Festival di tahun 2007. Sebuah festival film yang didekasikan bagi mereka yang membuat video documenter, video klip, narasi, serta berbagai karya kemanusiaan lainnya. Tahun 2008 bisa jadi tahun penuh emosi bagi Alanis. Sebuah memoar tentang dirinya sudah mecapai setengah perjalanan. Apa isi memoar ini? Perjalanannya dalam isu-isu perempuan. Seksualitas, kecantikan, pekerjaan, sampai keluarga ada dalam buku yang ditulisnya ini. Ketika ditanya apa tujuannya? Supaya semua wanita bisa belajar darinya tentang makna dari rasa sakit dan kerja keras. Great!
Alanis Morisette terkahir terlihat saat meluncurkan single kedua “Not as We” untuk album ”Flavors of Entanglement” pada tanggal 3 Oktober 2008. semoga tahun ini kita bisa menikmati lagi suara serak nan gahar miliknya!

utk Trivia dan Discography Alanis Morissette click…

Read More

Time Tunnel: Kylie Minogue Debut Album

Setelah minggu lalu kita sempat mengingat2 kembali dgn Sixpence None The Richer, Time Tunnel kali ini dibawakan oleh Ai dengan mereview debut Album Kylie Minogue…
Photobucket
Kembali ke era 80’an, bersama Ratu Pop Disko di album perdananya yang rilis di 4 Juli 1988, saat Kylie Ann Minogue masih berusia 20 tahun. Album ini diberi judul Kylie berisi 10 buah lagu dance pop yang memang famous di era 80’an. Berisi 10 lagu, Kylie memberikan ‘bekas’ di awal karirnya sebagai artis rekaman. Sampai2 merilis 6 dari 10 lagu yang ada sebagai single. Ck ck ck, benar2 niat! Tapi ga salah juga, album ini berhasil meraih posisi nomor 1 Jepang, New Zealand, dan Inggris. Bahkan di Inggris meraih 6 platinum. Bagaimana dengan Amerika Serikat, albumnya berhasil meraih peringkat emas. Jadi, enggak sia2 kan Kylie Minogue teken kontrak di 1987 bareng Geffen???
Locomotion adalah penanda awal karirnya. Lagu berdurasi 3 menit 14 detik yang sanggup membuatnya menjadi spotlight. Awal perilisannya masih di Australia saat itu (28 Juli 1987). Dan yang sedikit lebih membahana adalah I Should Be So Lucky. Karena kata2 Lucky yang diulang2 di lagu ini benar2 gampang diikuti. Got To Be Certain adalah single ketiga yang dirilis tanggal 2 Mei 1988, tepat 20 hari menjelang ulang tahun Kylie. Sebuah lagu yang klo boleh lebay adalah lagu enerjik dengan kekinian yang sangat mendalam (kekinian 1988, pastinya).
Sebenarnya cara bernyanyi Kylie Minogue yang santai adalah satu hal yang begitu menarik. Semakin didengar, semakin kecanduan. Karena akhirnya secara internasional, Kylie kembali merilis Locomotion ke dalam judul The Loco-motion di tanggal 27 Juli 1988, setahun setelah rilis di Australia. Je Ne Sais Pas Pourquoi, lagu berjudul dalam bahasa Perancis. Ya, hanya judulnya saja yang bahasa Perancis. Sepanjang lagu Kylie menyanyikannya dengan bahasa Inggris, kog. Salah satu track terbaik di album ini. Karena liriknya juga sangat menggoda. I still love you, je ne sais pas pourquoi, I still want you, je ne sais pas pourquoi...
Siapa sich master di balik kesuksesan album ini? Ternyata 3 nama produser Stock, Aitken dan Waterman. Pop sensation benar! Coba dengarkan It’s No Secret. Era 80’an memang kedengeran seperti ini. Layaknya Culture Club dan Bananarama, musik pop lincah tapi tidak heboh. Satu lagi, Turn It Into Love, adalah lagu jenis girang dan ritme konsisten. Meskipun akan banyak terdengar instrumen keyboard se-album, tapi tidak bisa dipungkiri massive success yang Kylie peroleh di starting point karir bermusiknya ini.
utk Track List Kylie Minogue - Kylie click…

Read More

Time Tunnel: Sixpence None The Richer

Time Tunnel merupakan Segmen terbaru yang ada di CreativeDisc, disini kita bakal mengulas Band2 lawas yg (mungkin) sudah bubar, sedang Vakum atau yang udah gak jelas lagi rimbanya.... ada juga Review2 album lama yg bener2 oke, dll. Time Tunnel bakal nongol tiap Kamis dan Edisi Perdana kali ini dipersembahkan oleh iQko sekaligus pencetus ide Time Tunnel ini.

So, Enjoy… Time Tunnel: Sixpence None The Richer
Photobucket

The Beginning
Perjalanan Sixpence None The Richer dimulai ketika gitaris Matt Scolum bertemu dengan Leigh Nash di sebuah gereja. Leigh Nash berasal dari New Braunfels, Texas, dibesarkan dengan lagu-lagu dari Patsy Cline dan musik country lainnya memulai debut sebagai penyanyi gereja. Matt juga sama. Kesenangannnya pada musik disalurkan melalui bermain piano sejak kecil sampai dia mendapatkan hadiah natal di usia 15 tahun berupa gitar. Saat itulah dia mulai fokus untuk belajar musik. Dalam suatu perjalanan ke gereja, Matt memberikan sebuah demo yang berisikan lagu ”Trust” yang masih dinyanyikan oleh orang lain kepada Leigh Nash, dan meminta pendapatnya. Dia cuma berkomentar, ”I Loved It.”
Tidak banyak yang tahu bahwa nama Sixpence None The Richer diambil dari buku CS Lewis yang berjudul Mere Christianity. Band ini juga telah membuat album pertama di tahun 1991. Dengan bergabungnya TJ Behling sebagai bassist, mereka memulai album LP yang pertama berjudul The The Fatherless and the Widow dirilis pada tahun 1993. Mereka pertama kali ditangani oleh label R.E.X yang fokus terhadap lagu dari genre christian metal.
Formasi Sixpence None The Richer menjadi lengkap setelah bergabungnya Tess Willey pada melodi, J.J Placensio pada bass, dan Dale Baker pada drum. Album This Beautifull Mess yang dirilis pada tahun 1995 mendapat sambutan hangat. Buktinya? Penghargaan dari Dove Award untuk Best Album berhasil diperoleh! Mereka pun semakin sering manggung di pub-pub dan menjadi opening act dari penampilan 10.000 Maniacs. Tahun 1996 mereka harus kehilangan Tess Wiley ketika EP mereka yang berjudul Tickets For A Prayer Wheel dirilis. But the show must go on, karena inilah waktu dimana semuanya berputar bagi band Sixpence None The Richer.

The Breakthrough
Label mereka yang pertama R.E.X mengalami kebangkrutan di tahun 1996 ketika Sixpence None The Richer sudah memulai debut mereka di industri mainstream. Berusaha agar tidak ikut jatuh, mereka bekerja keras untuk mendapatkan label baru. Rupanya keberuntungan masih berpihak pada Leigh Nash dan teman-temannya. Ditahun 1997 mereka bertemu dengan Steve Taylor yang memiliki Squint Records. Disinilah perjalanan hebat Sixpence None The Richer dimulai.
Album self titled mereka dirilis pada tahun yang sama. Masih belum dilirik. Oke, tidak masalah. Walaupun harus kehilangan JJ Plascensio yang telah menemani perjalanan band ini selama bertahun-tahun tidak membuat mereka goyah. Bahkan ketambahan Justin Cary pada bass plus Sean Kelly sebagai gitaris kedua justru membuat warna Sixpence None The Richer menjadi lebih kuat. Album ini akhirnya dirilis ulang pada tahun 1998 dengan ditangani oleh Bob Clearmountain yang telah berpengalaman menangani album Bryan Adams, David Bowie, INXS, sampai Rolling Stones.
Tidak ada yang bisa menyangkal bahwa single “Kiss Me” yang dirilis di awal tahun 1999 menjadi pencapaian paling tinggi dari band ini. Menjadi soundtrack dari serial televisi Dawson’s Creek, film She’s All That sampai menjadi soundtrack pernikahan Pangeran Edward yang disiarkan langsung secara nasional oleh televisi Inggris. Tahun 1999 juga merupakan puncak penghargaan dari band ini. Dove Award kembali disabetnya termasuk kategori Artist Of The Year plus satu nominasi dari Grammy Award. Single ini juga mampu masuk dalam Top 5 dari chart billboard pada bulan mei 1999 dan masuk dalam chart-chart lagu di Inggris pada bulan Juni dan Juli. Great!
Pada tahun yang sama, Sixpence None The Richer membuat cover version There She Goes dari band The LA. Kalau dalam permainan game ada istilah combo, ini juga yang bisa menggambarkan posisi Sixpence None The Richer dalam industri musik saat itu. Tampil sebagai bintang tamu The Late Show with David Letterman, sampai The Tonight Show with Jay Leno karena status lagu mereka yang nomor satu di 11 negara di Amerika! Tahun 2000 band ini juga turut menyumbangkan lagu Us untuk CD Today Presents: the Best of Summer Concert Series yang dibuat untuk mengumpulkan dana bagi penderita kanker.
Album terakhir yang dikeluarkan oleh band ini adalah Divine Discontent yang dirilis tahun 2002. Squint Records akhirnya goyah juga sebagai label rekaman, dan ini adalah album terakhir mereka bekerja sama. Satu catatan yang membuat nama Sixpence None The Richer masih kuat untuk album ini adalah single Breathe Your Name plus cover version dari band Crowded House yang berjudul Don’t Dream (It’s Over) yang dirilis sebagai track andalan. Sayang ternyata track terakhir ini seakan menjadi penanda, ternyata inilah saat terakhir kita bisa melihat formasi lengkap dari band ini.

Where Did They Go Now?
Pada tanggal 26 Februari 2004 Matt Scolum mengumumkan bahwa band ini telah berpisah. Matt sendiri sebagai salah satu perintis dari Sixpence None The Richer telah membuat satu band baru yang bernama Astronaut Pushers pada bulan Juli di tahun yang sama. Leigh Nash juga mengeluarkan album Blue On Blue ditahun 2005 dengan single My Idea Of Heaven dirilis pada tanggal 16 juli 2006. mungkin masih ada yang ingat Ocean Size Love yang masih diangkat dari album yang sama, Blue On Blue tapi tidak mendapat tanggapan yang begitu baik dari industri musik.
Pada bulan November 2007 band ini melakukan reuni. Plus tahun lalu, di bulan Oktober mereka merilis album natal pertama mereka yang berjudul The Dawn of Grace dan penampilan mereka yang terakhir bisa disaksikan sepanjang bulan Desember 2008 lewat konser Love Come Down Christmas 2008 Tour bersama Jars Of Clay, Leeland, dan Sara Gloves. Mungkinkan kita bisa menikmati album baru dari Sixpence None The Richer di tahun 2009 ini? Semoga!

The Trivia!
1. Walaupun banyak yang melabeli mereka dengan band ”Christian Rock”, ternyata Matt Scolum merasa terbebani dengan status ini. Dalam sebuah percakapan di tahun 1998 Kane County Chronicle dia menjelaskan bahwa “We don’t really want the label ‘Christian band,’ because it is a label that has become meaningless. It is more of a marketing thing; it doesn’t really have to do with your faith. We don’t want to exclude anyone. We want to make music for everyone, not just for a subculture.”
2. Jepang adalah salah satu negara beruntung karena track Kiss Me dirilis resmi dalam bahasa Jepang sebagai bonus untuk album Sixpence None The Richer di negara tersebut.
3. Dengan membuat cover version dari “Dancing Queen” milik ABBA untuk soundtrack film ‘DICK’, band ini mendapat dua julukan sekaligus. Band spesialis soundtrack film dan serial televisi plus band spesialis cover version.
4. Walaupun kesuksesan single “Kiss Me” membuat anggota band ini harus bekerja keras, Matt Scolum masih menyempatkan diri untuk membantu pembuatan album Left On The Middle milik Natalie Imbruglia. Leigh Nash pun tidak ketinggalan sibuk. Dia sempat menjadi host untuk acara Women First yang disiarkan oleh VH1 pada bulan Mei 1999.

Read More