25 CD Eminem "Relapse" Quiz!

Photobucket
Universal Music Indonesia & CreativeDisc.com presents 25 CD Eminem “Relapse” Quiz:
Eminem kini kembali lagi dengan merelease album terbaru ke-6nya “Relapse”. Album ini berhasil terjual 608.244 keping di minggu pertamanya, dan berhasil menjadi Album dengan penjualan terbanyak di minggu pertama utk Tahun 2009 ini dan langsung mendapatkan predikat Gold!
So, sebagai CreativeDisc Artist of The Month June Edition, Universal Music Indonesia & CreativeDisc.com bakal membagikan 25 CD Eminem “Relapse”!
Caranya, email ke creativedisc@gmail.com dgn subject CD Eminem, yg isinya:
1. Nama, Umur, Alamat Lengkap berikut Telp.
2. Sebutkan Single Eminem yang paling kamu suka di album “Relapse” ini ?
3. Gimana nurut kamu Come Back Eminem di tengah menjamurnya Rapper2 yg bermunculan belakangan ini?

Udah cuma 3 pertanyaan itu, dan tinggal km email jawabannya ke kita, paling lambat tgl 30 Juni pk. 24.00. Nanti kita akan pilih 25 pemenang yg beruntung!
Special Thanks to Pondra & Universal Music Indonesia!

Read More

15 CD The Pussycat Dolls "Doll Domination 2.0" CD Quiz!

image
Universal Music Indonesia & CreativeDisc.com presents 15 CD The Pussycat Dolls “Doll Domination 2.0” Quiz:
Sudah siap untuk lihat konser The Pussycat Dolls di Jakarta tgl 2 Juni? The Pussycat Dolls juga sudah merelease album repackaged mereka yang diberi judul “Doll Domination 2.0” ini. Sebagai Artist Highlight CreativeDisc di bulan Juni ini, bertepatan dengan kedatangan mereka ke Indonesia, Universal Music & Creativedisc.com bagi2 15 CD “Doll Domination 2.0”
Caranya, email ke creativedisc@gmail.com dgn subject CD Doll Domination 2.0, yg isinya:
1. Nama, Umur, Alamat Lengkap berikut Telp.
2. Sebutkan Single Terbaru The Pussycat Dolls yg ada di album “Doll Domination 2.0” ?
3. Gimana tanggapan kamu tentang keluarnya Nicole Scherzinger dari The Pussycat Dolls?

Udah cuma 3 pertanyaan itu, dan tinggal km email jawabannya ke kita, paling lambat tgl 30 Juni pk. 24.00. Nanti kita akan pilih 15 pemenang yg beruntung!
Special Thanks to Pondra & Universal Music Indonesia!

Read More

Album of The Day: Pussycat Dolls - Doll Domination 2.0

image
Review By Ai.
Setelah puas dengan album “Doll Domination”, puas dgn single ‘When I Grow Up’ hingga ‘Hush Hush; Hush Hush’, maka sambutlah “Doll Domination 2.0” sebagai pelengkap dominasi boneka2 Amerika ini. Album nomer 4 di Amerika ini benar2 sensasional, setelah versi deluxe dgn masing2 anggotanya tampil solo, kali ini sepertinya memperpanjang masa dominasinya dengan perilisan versi 2.0 ini. Secara internasional, album ini hanya berisi 10 lagu, tapi untuk versi Indonesia, album ini berisi 19 lagu. Lagu apa2 saja, mari kita simak!
Single pertama yang berjudul ‘When I Grow Up’ benar2 start yang sempurna. Masih ingat betapa bahagianya menyaksikan 5 gadis ini kembali merilis single sekaligus album baru mereka. ‘Watcha Think About That’, yang menampilkan penampilan rap dari Missy Elliott merupakan sebuah lagu dgn varian musik di dalamnya. Well, R&B, Rap, dan Hip Hop sudah jelas menjadi unsur utamanya, tapi gaya country juga ada di dalam lagu ini. ‘I Hate This Part’ yang menjadi single ketiga juga merupakan satu pilihan utama, ‘Bottle Pop’ yang menampilkan rap dari Snoop Dogg, dan track lain yang masih dalam versi sama dgn album standarnya. Hanya saja mash up lagu ‘Hush Hush’ dengan ‘I Will Survive’, yang kemudian berjudul Hush Hush; Hush Hush menjadi satu pembeda dalam album ini.
Untuk 2.0 nya sebenarnya adalah bonus 3 lagu baru yang tidak ada di album sebelumnya. ‘Jai Ho! (You Are My Destiny)’ dari AR. Rahman & The Pussycat Dolls feat. Nicole Scherzinger, kemudian ‘Top Of The World’, dan ‘Painted Windows’. Kalau ‘Jai Ho!’, kita semua pasti sudah tidak perlu pemaparan lebih lanjut lagi untuk single nomer 1 Creative Disc ini. Tapi kalau kita merujuk ke modal musiknya yang india musik, maka ‘Tainted Windows’ adalah sekuel-nya Jai Ho!. Bagaimana tidak, gadis2 ini sepertinya masih ketagihan dengan unsur etnis indianya, dan bagaimana hasilnya? Cukup menghibur dan mengajak untuk berjoget juga. Kemudian, ‘Top of the World’ yang sebelumnya adalah theme song untuk serial MTV juga enggak kalah mendapat spotlight di album ini.
Nama2 produser yang terlibat juga pasti sudah tidak asing lagi. R. Kelly, Timbaland, Rodney Jerkins, Polow da Don, Sean Garrett, Danja, Fernando Garibay, Ron Fair, Jonas Jeberg, Cutfather, Chase N Cashe, Ne-Yo, Quiz & Larossi, dan Hit-Boy. Sebenarnya, beberapa lagu di album ini sempat diperkenalkan oleh Nicole Scherzinger dalam karir solonya. Sebut saja lagu Happily Never After, yang dirilis di pertengahan 2008 dengan menampilkan Ne-Yo di dalamnya. Begitu juga dengan lagu berjudul Who’s Gonna Love You. Lagu ciptaan Kara DioGuardi ini direkam oleh Nicole sebelumnya untuk Her Name Is Nicole. Tapi versi barunya termasuk dalam daftar lagu di album ini.
Beberapa track yang potensial untuk menjadi hits antara lain ‘Out Of This Club’, ‘Halo’, ‘Takin’ All Over The World’, dan ‘Elevator’. Pasti sudah banyak yg menginginkan supaya ‘Out Of This Club’ dijadikan single, bahkan sudah sejak awal perilisan album. Tapi sampai sekarang lagu yang menampilkan vokal R Kelly dan rap dari Polow da Don itu belum direalisasikan sebagai single. Halo adalah early favourite track buatku. Musiknya yang slow dan gaya bernyanyinya yang mendayu menjadi daya tarik lagu yang ternyata membutuhkan backing vocal dari seseorang di luar anggota PCD sendiri. Namanya adalah Candice Nelson. Takin’ All Over The World, pastilah menjadi lagu inti dari tema dominasi album ini. Dan Elevator yang juga. Lagu Darkchild ini berirama cepat dgn lirik yang menuntut untuk dinyanyikan secara cepat juga.
Sejatinya, manusia tak pernah bisa puas. Masih ada saja yg kurang dari album ini. Yaitu ‘Bottle Pop’ yang dipilih bukan video version yang meniadakan rap Snoop Dogg, ‘Takin’ All Over The World’ adalah versi sebelumnya, bukan versi terbaru We Like To Entertain You Mix, lagu Bad Girl yang menjadi sundtrack Confessions of a Shopaholic tidak dimasukkan, 2 bonus dari album sebelumnya dihapus, yaitu Baby Love dan Perhaps, Perhaps, Perhaps. Akhir kata, besar harapanku agar dominasi the Pussycat Dolls ini tidak sampai disini saja. Apapun yang akan terjadi nantinya, Nicole Scherzinger keluar dari grup, ini adalah sebuah karya kreatif yang tidak bisa begitu saja dilupakan.
utk Track List “Doll Domination 2.0” click…

Read More

Album of The Day: Shontelle – Shontelligence

Photobucket
Review by Timmy.
Penyanyi cantik asal Barbados ini merilis album perdananya, Shontelligence, akhir 2008 lalu. Meski akhirnya dirilis ulang pada Maret 2009 lalu karena buruknya penjualan. Beberapa media memang memberikan review yang negative terhadap album Shontelle ini, dengan menggambarkannya sebagai pengekor Rihanna. Tetapi entah mengapa saya justru lebih menyukai warna suara Shontelle ketimbang Rihanna. Begitu pula dengan musiknya. Lagipula Shontelle lebih piawai dalam rapping ketimbang Rihanna. Memang ada warna reggae dipadukan dengan R&B seperti yang diusung oleh Rihanna yang lebih dulu tenar dibandingkan Shontelle. But come on, Diana King lebih dulu muncul ketimbang Rihanna dengan aroma musik fussion antara regge dan R&B. Jadi tak ada gunanya membandingkan antara Shontelle dengan Rihanna hanya karena keduanya sama-sama Bajan, orang Barbados. Shontelle ini awal Januari lalu dipercaya sebagai opening act pada tur NKOTB di Inggris. Demikian juga sepanjang Mei hingga Juni ini ia dipercaya sebagai intro untuk konser Beyonce di negeri Prince William.
Album ini dibuka dengan komposisi ‘T-shirt’ yang cukup melejitkan nama Shontelle. Single pertama ini memang sangat kupinggenic, cepat akrab di telinga dan mudah dicerna. Beatnya pun membuat kita ingin bergoyang mengikuti alunan musiknya. Komposisi lain yang juga menjadi favorit saya adalah sebuah karya legenda penulis lagu, Dianne Warren, yang berjudul ‘Stuck With Each Other’. Tembang ini dibawakan Shontelle berduet dengan Akon. Single ketiga ini dipilih menjadi salah satu tembang latar dalam film ‘Confession of A Shopaholic’. Liriknya sendiri cukup menyentil terutama bagi kita yang sedang dalam menjalin cinta, jenuh tapi tidak sanggup melepaskan diri. Coba simak liriknya,
Cause it’s too late, there’s no escape, might as well face it,
baby we’re stuck with each other, Stuck with each other
Ain’t nothin you can do about it, It’s been too long, it’s been too strong,
Cause we belong her, Baby, we’re stuck with each other, Stuck with each other

Secara keseluruhan komposisi-komposisi di album ini cukup sedap untuk didengarkan. Komposisi-komposisi macam ‘T-shirt’, ‘Stuck With Each Other’, ‘Battle Cry’, serta ‘Superwoman’ memang lebih terasa kental dengan pop R&Bnya. Sementara pada komposisi ‘Cold Cold Summer’ lebih beraroma blues. Beat pada ‘Plastic People’, ‘Ghetto Lullaby’ lebih beraroma R&B Hip-hop. Komposisi ‘Roll It’ sedikit mengingatkan pada Diana King dengan nuansa reggaenya. Begitu juga pada tembang-tembang macam ‘Life Is Not An Easy Road’, ‘Naughty’. Beat-nya memang kental dengan electro hip hop tapi dipadukan dengan gaya lafal rap yang kental bernuansa reggae. ‘Flesh And Bone’ sedikit mengingatkan pada tembang Rihanna ‘Pon De Replay’. Sementara pada ‘Focus Pon Me’ sangat kental bernuansa India, terutama dengan hentakan beat dari tabla yang mengiringi sepanjang lagu serta petikan sitar pada beberapa bagian lagu. 
utk Track List “Shontelligence” click…

Read More

Single of The Day: Gary Go - Wonderful

Photobucket
Gary Go adalah penyanyi kelahiran 24 tahun lalu asal London, Inggris. Dia merupakan penyanyi dengan aliran British Pop Rock, yang juga merupakan penulis lagu dan produser. Single pertamanya berjudul ‘Wonderful’ merupakan single pertama yang diambil dari debut albumnya Gary Go, yang berjudul sama dengan namanya “Gary Go”. Single pertamanya ini sangat imajinatif dan sangat menyegarkan di telinga. Di minggu pertamanya dirilis, single ini langsung betengger di posisi 25 di UK Top 40. Yang lebih hebat lagi adalah album pertama nya ini yang rencanaya akan dirilis di pertengahan tahun ini telah mendapatkan banyak review yang positif dari para media. Ini adalah beberapa hasil review tersebut, dari Q Magazine: “Gigantic Pop Debut”, dari BBC Music: “An Album of Impecable, Modern, Downbeat Pop”, dan dari The Guardian: “An Exciting, Eccentric British Singer-Songwriter”. Bulan Juni ini Gary Go akan disibukkan dengan menjadi artis pembuka untuk tour nya Take That.
utk Lyrics “Wonderful” click…

Read More

Album of The Day: Sharleen Spiteri - Melody

Photobucket
Review By Timmy.
Sejak mengenal Sharleen lewat Texas tahun 1998 saya langsung menjadi salah satu penggemarnya. Sharleen bukan orang baru dalam industri musik di Inggris. Ia memulainya sejak tahun 1989 bersama Texas. Dan saat Sharleen merilis album solo perdananya pertengahan tahun lalu saya langsung excited. Sharleen lewat album ini mengusung genre vintage Motown soul, 60’s soul, 50’s rock and roll dan Doo-Wop yang sedang booming. Di dalam komposisi pembuka di album ini, ‘It Was You’, Sharleen bahkan dibantu oleh Bernard Butler, mantan pentolan Suede yang telah membantu menyukseskan Duffy dengan Mercy. Sayangnya banyak kritikus musik yang mereview album dengan negative sebagai pengekor Amy Winehouse dan Duffy. Padahal kalau dilihat sejarahnya Sharleen lebih dulu muncul dan mengusung soul sixties ini. Gaya vintage ini bukan hal baru dari Sharleen karena sejak satu dekade lalu ia juga membawakan genre ini dengan Texas lewat single seperti ‘Black Eyed Boy’, ‘Say What You Want’ dan ‘Inner Smile’. Hal lain yang membuat Sharleen berbeda dengan Amy dan Duffy ada pada karakter vokalnya. Sharleen membawakan soul sixties tanpa warna suara yang serak dan berat, black-ish, macam Amy dan Duffy. Warna suara Sharleen lebih ngepop dan komersil, white-ish, ditambah Sharleen bermain-main dengan teknik falsetto yang menjadi ciri khasnya. Sharleen juga menulis semua lagu di album ini. Jadi album ini menurut saya memang layak untuk dimiliki. Album ini cukup kupinggenic, cepat akrab di telinga dan mudah dicerna. Sekali mendengarkan pasti kita akan kita menggoyangkan setidaknya kepala kita mengikuti iramanya yang memang nikmat untuk bergoyang. Apalagi dengan sentuhan brass section yang jamak pada beberapa komposisi cukup untuk lighten up your day. Misalnya pada komposisi ‘All The Times That I Cried’, ‘Stop I Don’t Love You Anymore’, ‘It Was You’, ‘Day Tripping’, ‘Where Did It Go Wrong’ serta ‘Don’t Keep Me Waiting’.  Sharleen juga menulis lirik-lirik yang terkena pada pengalaman pribadinya. Mungkin itu sebabnya lirik-lirik pada album ini terasa begitu dalam. Coba perhatikan lirik dari ‘It Was You’ ini,
Cause you, you weren’t the one for me, Can’t go back, back to just you and me, Cause I couldn’t never lie, something inside just died, It was you
utk Track List “Melody” click…

Read More

Single of The Day: The Mars Volta - Since We’ve Been Wrong

Photobucket
The Mars Volta merupakan band yang beraliran progressive rock asal Amerika. Mereka dibentuk pada tahun 2001 oleh Omar Rodriguez-Lopez (guitar) dan Cedric Bixler-Zavala (lyrics, vocals) yang sebelumnya merupakan personil dari band rock At The Drive In. Band ini diberi gelar “Best Prog-Rock Band” oleh majalah Rolling Stone pada tahun 2008 lalu. Dan di tahun 2009 ini mereka memenangkan penghargaan Grammy Award dengan kategori “Best Hard Rock Performance”. The Mars Volta sering dibantu oleh beberapa nama besar saat pengerjaan albumnya. Salah satunya adalah John Frusciante, gitaris dari Red Hot Chili Peppers. Rencananya mereka akan merilis album terbarunya di bulan Juni ini. Album kelimanya ini diberi judul oleh mereka “Octahedron”. Dan yang menjadi single andalan dari album terbarunya ini berjudul ‘Since We’ve Been Wrong’. Album terbarunya ini diproduseri sendiri oleh Omar Rodriguez-Lopez yang merupakan pentolan dari band ini. Omar sedikit menjelaskan ke media tetang perbedaan album terbarunya ini dengan album-album sebelumnya: ‘I consider it to be our acoustic album’.
utk Lyrics “Since We’ve Been Wrong” click…

Read More

Album of The Day: Melody Gardot - My One & Only Thrill

Photobucket
Review By Joe Ari Shasta.
Sempat mengalami gangguan otak pada usia 19 tahun setelah mengalami kecelakaan tertabrak mobil sewaktu mengendarai sepeda, Melody Gardot (MG) memilih musik sebabagai alat terapi untuk penyembuhannya, dan berhasil. Diusianya yang masih cukup muda, MG yang tahun ini berusia 24 tahun, telah mengeluarkan 2 studio album, 1 album mini, dan 1 album live. Meski bukan tergolong pendatang baru, MG patut diperhitungkan dalam musik jazz, dan blues. Dipengaruhi berbagai musisi blues dan artis jazz seperti Janis Joplin, Miles Davis, Duke Ellington dan George Gershwin, serta musisi Latin seperti Stan Getz dan Caetano Veloso, membuat album ini sangat berbobot dan berkualitas tentunya. Album My One and Only Thrill ini, diproduseri oleh pemenang Grammy award Larry Klein yang juga pernah bekerja sama dengan Joni Mitchell. Nuansa gelap pada piano, dipengaruhi aroma musik Brasil dan juga musik samba, sangat mempengaruhi album ini. Banyak lagu-lagu yang menenangkan dan juga sedikit nge-beat samba pada beberapa lagu. Hampir seluruh lagu di album ini, ditulis oleh MG, kecuali “Over the Rainbow” yang sudah sangat terkenal, yang aslinya ditulis Arlen dan Harburg. Dibuka dengan “Baby I’m A Fool” yang cukup asik, “If the Stars Were Mine” yang sangat terasa sambanya, menjadi nilai lebih pada album ini. Lanjut dengan tarck “Who Will Comfort Me” yang sangat menyita perhatian saya, dengan kombinasi jentikan jari, serta beberapa instrumen perkusi,ditambah lirik yang menceritakan tentang seseoarang siapa yang mau melindunginya, "My soul is wearying, My soul is wearying, My soul is wearying, I said my soul is wearying. My soul is wearying, Beating down from all of my misery yeh, Oh Lord who will comfort me?" membuat lagu ini asik untuk didendangkan. “Les Etoiles” satun-satunya track yang dibawakan dalam bahasa Perancis, memiliki beat yang sama dengan “If the Stars Were Mine”. “Over the Rainbow” lagu klasik yang dimainkan ulang dengan nuansa samba, juga tidak mengecewakan, dan pada semua track hampir memiliki komposisi yang sama, namun memiliki tema yang berbeda. Secara keseluruhan, mendengarkan album My One and Only Thrill dari Melody Gardot ini sangat asik dinikmati, meski pada awalnya saya mengira akan mendengarkan album seperti musisi jazz wanita lain yakni Diana Krall, namun album MG ini memiliki komposisi musik jazz yang unik, berbeda, lebih padat dan berisi baik secara muik dan juga lirik. Meski album ini hanya mencapai posisi 48 di Billboard 200, namun di Inggris berhasil menempati posisi 12. So, buat kalian yang ingin mendengarkan musik jazz dengan komposisi musik yang tidak biasa, album ini layak masuk dalam daftar koleksi CD anda.
Untuk track list “My One and Only Thrill”, click:

Read More

Album of The Day: Tori Amos - Abnormally Attracted to Sin

Photobucket
Review By Haris.
Dalam album kesepuluhnya, diva pop-alternative, Tori Amos memboyong 17 lagu, sesuatu yang sangat berlimpah untuk ukuran albumsaat ini, karena pada umumnya sebuah album akhir-akhir ini hanya bermaterikan 10 hingga 12 lagu saja.
Dengan judul seperti ‘Abnormally Attracted to Sin’, sepertinya kita tidak usah heran lagi akan jenis dan lirik lagu apa yang diusung Amos dalam album ini. Dia tampaknya masih setia dengan isu-isu perempuan masa kini, komentar sosial, serta religiusitas dan (tentu saja) dosa, seperti yang termaktub di judul album. Secara umum, album ini masih terasa gloomy dan murung, kecuali dibeberapa lagu seperti ‘Not Dying Today’ yang mengandalkan hentakan ketukan drum, sehingga nafas rock kentara di trek ini, juga ‘Fire to Your Plain’, single kedua yang dirilis atau ‘Police Me’ yang garang. Jangan lupakan ‘500 Miles’ yang ceria, setidaknya dalam ukuran Amos.
Beberapa lagu yang menarik di album ini adalah ‘Give’ yang dipenuhi dengan intensitas eksotisme Timur Tengah; ‘Maybe California’ yang dipenuhi dengan perasaan; ‘Mary Jane’ yang hanya diringi oleh denting piano dan ‘Flavor’, sebuah lagu sendu tapi subtil dimana ia melirihkan Who’s God then is God / They all want jur..jurisdiction / In the book of Eris / Who’s God spread fear / Spread love.
Sebenarnya, ‘Welcome to England’ yang dilepas sebagai single pertama lumayan menarik, namun entah mengapa terasa tipikal sekali dengan gaya Amos selama ini. Dan memang, dengan banyaknya jumlah lagu dalam album ini, unsur repetisi dan monoton sulit untuk dihindari, karena banyak lagu yang beritme setipe, terutama yang berciri murung. Oleh karenanya bagi yang tak terbiasa akan terasa melelahkan. Seakan ingin menjadi penegasan, album ditutup oleh ‘Lady In Blue’, trek dengan durasi sepanjang tujuh menitan dan kadar kemurungan yang tinggi dengan sentuhan trip-hop yang kental dan menjadikan lagu ini terasa substansial terhadap keseluruhan album. Amos sendiri sangat berkompeten dalam vokalnya, meniupkan ruh yang diinginkan oleh tiap lagu, sekaligus memainkan multi instrumen seperti piano, Wurlitzer, Hammond dan synthetizer. Suaminya, Mark Hawley, tetap setia sebagai mixer dan yang juga tak kalah setia adalah penggebuk drum serta perkusi yang telah menemani Amos semenjak tahun 1998, Matt Chamberlain.
Dengan desain produksi yang matang, ‘Abnormally Attracted to Sin’ adalah salah satu album andalan Tori Amos yang mungkin memuaskan bagi fans namun rasanya bukan sesuatu yang dapat “dicerna” dengan baik untuk pendengar umum.
utk Track List “Abnormally Attracted To Sin” click…

Read More

Single of The Day: Lady Gaga - LoveGame

Photobucket
Review By Joe Ari Shasta.
Masih belum bosan dengan cewek yang menjadi new trend-setter selain dimusik dan fashion ini? Sukses albumnya tampaknya masih akan terus berlanjut sepanjang tahun ini, juga diikuti dengan single-singlenya. “LoveGame” yang menjadi single ketiga ini, dengan masih komposisi yang sama, up-tempo dance dan elctropop, masih sama dengan beberapa lagu miliknya yang lain. Dengan lirik yang catchy, “I wanna take a ride on your disco stick, Don’t think too much just bust that kick, I wanna take a ride on your disco stick”, Lady Gaga menjelaskan bahwa ‘discostick’ sama dengan konotasi (maaf) alat kelamin pria, ia sendiri terinspirasi karena pergaulannya di dunia malam, terutama di club. Video klipnya sendiripun, sarat dengan nuansa glamour, sexual, fans dan juga fashion, yang memang mencerminkan Lady Gaga, dan di Australia hingga dilabeli “PG rated”. Tidak mengherankan juga, jika akhirnya single ini berhasil mencapai posisi Top 10 pada Hot 100 Billboard. Terlepas dari Lady Gaga yang memang sudah ngetop dan penuh kontroversi dari segala tingkah lakunya, “LoveGame” sangat asik buat goyang… yuk goyang ala Lady Gaga.
Untuk lirik “LoveGame”, klik:

Read More

Album of The Day: Yeah Yeah Yeahs - It's Blitz

Photobucket
Review By Haris.
Vokal Karen O mungkin tidak segarang Katy Perry, P!nk atau Kelly Clarkson, namun jangan anggap remeh dirinya saat menjeritkan kemarahan atau kegusaran. Dengarkan ‘Zero’, trek pertama sekaligus single pertama dari album ketiga trio New Yorker, Yeah Yeah Yeahs, ‘It’s Blitz!’.
Trek kedua ‘Head Will Roll’ melanjutkan kegarangan Karen O. Secara keseluruhan ‘It’s Blitz!’ masih mengingatkan akan hingar-bingarnya rock alternatif yang diusung kumpulan ini. Vokal Karen O yang magnetis, ketukan drum Brian Chase yang menghentak dan raungan gitar Nick Zinner masih terdengar tajam. Hanya saja, dengan dengan dukungan produser Dave Sitek dan Nick Launay, Yeah Yeah Yeahs mencoba untuk melakukan progresi dalam pendekatan musikalitasnya, karena sesuai janji Karen O dan kawan-kawan sebelumnya, album terakhir mereka ini akan terdengar berbeda!
Berbeda pastinya, karena penggunaan synthesizer terdengar secara aktif mengisi dibanyak trek. ‘Shame and Fortune’ atau ‘Dragon Queen’ adalah contoh paling konkrit. Mendengarkan lagu ini mengingatkan akan elektro-pop 80-an, namun tetap terasa kontemporer. Oleh karenanya unsur dance atau groove terasa mempengaruhi untuk menghentak tubuh ketimbang hentakan cadas ala musik rock.
Untuk menghilangkan kejenuhan, ‘It’s Blitz!’ tidak melulu mengandalkan musik yang menghentak-hentak, karena vokal Karen O pun dengan sangat menyakinkan menyanyikan keperihan atau kegelisahan seperti dalam ‘Skeleton’ atau ‘Runaway’. Love my name / Love left dry / Frost or flame / Skeleton me / Fall asleep / Spin the sky / Skeleton me / Love, don’t cry / Love, don’t cry / Love, don’t cry / Skeleton me / Skeleton me /, demikian lirihnya dalam ‘Skeleton’.
Namun yang paling saya suka adalah lagu bertempo sedang yang berjudul ‘Hysteric’. Karen O terkesan mengalun sekaligus enerjik, saling silih berganti, yang terasa menghipnotis. Setidaknya itu yang saya rasakan.
Album ditutup oleh ‘Liitle Shadow’ yang mengalun lembut penuh dengan perasaan. Seakan-akan menjadi sebuah cooling-down yang namun ternyata mempunyai chorus yang cukup menghentak. Namun bukan berarti jelek, karena jadinya terasa sempurna. Dan lagu ini adalah penutup yang tepat sekali untuk sebuah album rock alternative yang tidak kacangan meski sangat catchy dan pastinya menghibur.
utk Track List “It’s Blitz” click…

Read More

Single of The Day: Kristinia DeBarge - Goodbye

Photobucket
Penyanyi cantik berusia 19thn yg punya nama asli Kristinia Noelle DeBarge ini merupakan anak dari James DeBarge, pendiri sebuah R&B Family Group DeBarge di era 80-an. Kristinia sendiri juga sempat mengikutin American Juniors di thn 2003 lalu, sayangnya tidak masuk di Top Ten Finalist.
Tapi, karena talentanya yg luar biasa, Produser Babyface dan The Pentagon ngebikin single pertama Kristinia yaitu “Goodbye” yg di release di iTunes tgl 7 April lalu dan berhasil peak di posisi 8. Sementara di Billboard Hot 100 sampai saat ini peak di posisi 30. Penulis lagu ini adalah Antonio Dixon, Eric Dawkins, Damon Thomas, Adonis Shropshire, Gary DeCarlo, Dale Frashuer, and Paul Leka. Sederetan nama yg tidak asing lagi.
Single ElectroPop R&B ini menambil sampling lagu lawas milik Steam “Na Na Hey Hey Kiss Him Goodbye”. Sekilas lagu ini emang terdengar seperti single milik Rihanna, walaupun secara Vocal emang beda! Tapi pastinya single ini juga asik untuk dinikmatin dan Music Videonya juga sudah direlease minggu lalu.
utk Lyrics “Goodbye” click…

Read More

Liputan Konser The Pussycat Dolls di Jakarta 2.0

Gak cuman albumnya The Pussycat Dolls ajah yg berjudul Doll Domination 2.0. Ternyata liputannya pun juga begitu… hehe.. Kalo tadi kita sudah baca Review dari Ai Hasibuan dari segi musikal mereka, sekarang coba kita baca Review dari Timmy dari segi Presentasi PCD. Enjoy!
Photobucket
Menyaksikan konser Pussycat Dolls rasanya menghapus semua keraguan saya tentang grup musik ini. Awalnya saya berpikiran akan menyaksikan konser yang dipenuhi dengan lipsynch dan minus one. Ternyata tidak. Meski tetap menggunakan konsep minus one, tapi saya cukup salut dengan stamina grup ini dalam membawakan 16 lagu. Meski yang menjadi motor di dalam konser kali ini hanya berempat minus Jessica Sutta yang mengalami cedera punggung. Penampilan Nicole dan Melody yang berbagi peran dalam solo dan lead membuat penampilan PCD semakin menarik. Meski dalam satu dua lagu terdapat beberapa masalah pitch tapi tidak mengurangi kekaguman saya kepada mereka. Sungguh dengan koreografi yang dinamis dan blocking yang cukup menuntut stamina tinggi, masalah nada-nada pitchy pada saat menyanyikan live menjadi bisa dimaklumi. Apalagi ditunjang oleh kostum yang sexy yang menjadi ciri khas PCD. Dalam konser kali ini Nicole Scherzinger berganti kostum hingga 4 kali.
Photobucket
Mulai dari penampilan seksi biasa hingga menggunakan kerudung saat Nicole solo membawakan komposisi ‘Halo’ dari album kedua mereka ‘Doll Domination’. Hingga mengenakan capuchon saat mereka membawakan 3 lagu penutup ‘Don’t Cha, ‘Jai Ho’ dan ‘When I Grow Up’ yang menjadi tembang pamungkas konser malam itu. Panggungnya sendiri cukup sederhana. Dengan desain panggung berupa permainan anak tangga membuat para personil PCD semakin mendominasi singgasana konser. Sayangnya layar proyeksi di latar panggung dan desain lightingnya kurang begitu dimanfaatkan. Terlihat sekali dalam sebagian besar lagu, pencahayaannya kurang bermain mengikuti tempo lagu-lagu PCD yang upbeat.
Photobucket
Begitu juga dengan permainan proyeksinya. Video montage hanya ditampilkan untuk mengenang sejarah berdirinya PCD dan saat mereka membawakan komposisi ‘Stickwitu’. Permainan tampilan pada layar proyeksi sebagai latar panggung kurang mendapat olahan hingga terasa kurang mendukung suasana yang hendak dibangun para personel PCD. Begitu pula pada tampilan layar proyeksi pada sisi kiri dan kanan panggung. Namun jika melihat penampilahan keseluruhan PCD dalam konser yang didukung oleh 6 orang kru mereka sendiri, rasanya cukup mengagumkan.

Read More

Liputan Konser The Pussycat Dolls di Jakarta

Photobucket
Photo By Timmy
Setelah menunggu sekian lama, setelah terbang ke Jakarta, setelah menggelar konferensi pers, maka inilah puncak dari perayan Doll Domination Tour, konser yang bertempat di Istora Senayan Jakarta, Selasa 2 Juni 2009, THE PUSSYCAT DOLLS!! Exclusive untuk Creativedisc.com dan Sound Up Magazine, Ai Hasibuan melaporkan.
Sesuai jadwal, konser seharusnya digelar tepat pukul 19.00 WIB, tapi ternyata tidak digelar hingga waktu menunjukkan pukul 20.00 WIB. Dan jelas semua penonton harap2 cemas. Tapi mungkin bagi sebagian orang yang sudah terbiasa menyaksikan konser serupa, mungkin keterlambatan ini bukanlah hal yg tak terduga lagi. Dan beberapa menit lewat dari pukul 20, konser dibuka dengan pemutaran video official tur ini, yang menampilkan masing2 anggota the Pussycat Dolls mengendarai sepeda motor besar mengelilingi dunia dengan iringan musik dari lagu Takin All Over The World. Dan benar saja, lagu itulah yang menjadi lagu pembuka konser ini, dan karena memang isi lagu yang representatif untuk tema keseluruhan Doll Domination. Keempat anggota The Pussycat Dolls minus Jessica Sutta, tampil menawan dengan busana ‘bling bling’ yang minim dan kompak pastinya. Ini adalah pembukaan konser yang luar biasa menakjubkan. Bagaimana masing2 personil sanggup menguasai panggung dan didukung dengan permainan lampu.
Berikutnya sudah bisa ditebak. The Pussycat Dolls tampil dengan dance non-stop. Pilihan mereka adalah Beep, I Don’t Need A Man, dan Elevator. Sesaat setelah tampil dengan Beep, Nicole sedikit ngobrol, menyampaikan betapa gembiranya mereka bisa tampil untuk pertama kalinya di Indonesia. Di lagu Elevatior, Nicole dan Melody tampak akrab saat bridge lagu dengan bergandengan tangan. Kemudian penonton mulai aktif untuk mengiringi The Pussycat Dolls bernyanyi dengan lagu I Hate This Part. Ya, ini adalah salah satu hits besar the Pussycat Dolls. Penonton terasa sangat akrab dengan liriknya sehingga mampu untuk bernyanyi bersama. Di lagu Buttons, verse pertama dinyanyikan oleh Melody Thornton. Dan di verse kedua, Nicole seakan lupa kapan harus bernyanyi, sehingga Nicole tidak menyanyikan lirik -------. Di akhir lagu, mereka menambahkan sedikit remix sehingga terdengar lebih fresh.
Seperti tidak kenal break, sesi berikutnya adalah introduction. Kimberly tampil pertama, tapi dirinya menyebutkan nama Jessica Sutta duluan yang berhalangan hadir dikarenakan oleh cedera punggung, kemudian dirinya. Ashley dan Melody menyusul berikutnya. Saat Nicole hendak memperkenalkan diri, seluruh penonton bersorak sorai, seakan menandakan bahwa tidak perlu hal tersebut dilakukan lagi. Maka saat itu Nicole hanya menyatakan terima kasih atas dukungan terhadap The Pussycat Dolls selama ini. Konser berlanjut dengan lagu berjudul Wait A Minute, yang kemudian dilanjutkan oleh Nicole solo untuk lagu Hello. Nicole tampil luar biasa cantik dengan balutan selendang hitam. Ini adalah satu dari dua lagu tanpa koreografi dalam konser ini. Kemudian pemutaran video tentang the Pussycat Dolls dilanjutkan penampilan kabaret Melody, Ashley, dan Kimberly dengan lagu Big Spender.
Wow wow wow wow! Semakin lama, semakin panas saja konser ini. Watcha Think About That dibawakan dengan versi baru yang terdengar jauh lebih catchy ketimbang versi original dari album. Setelahnya ditampilkan lagu Bottle Pop versi video! Yang ini juga meriah!!! Penonton mengikuti setiap kalimat ‘when my bottle pop’ dinyanyikan. Di akhir lagu, Kim, Ashley, dan Melody membawa 3 orang penonton wanita untuk melakukan dance competition diiringi lagu Bottle Pop. Semakin meriah saja. Next song adalah single terbaru mereka. Hush Hush; Hush Hush, sebuah mash up dari ballad Hush Hush dan up beat I Will Survive. Setelah menyanyikan lagu ini, mereka mengucapkan tiga dedikasi. Yang pertama adalah untuk fans, mereka merasa memiliki fans terbaik di seluruh dunia. Kedua, mereka ingin mengucapkan terima kasih kepada kru yang bisa mewujudkan impian keberhasilan konser ini. Dan yang terakhir adalah, untuk seluruh penonton yang hadir dalam konser tur mereka di Jakarta.
Penampilan paling ditunggu2, sekaligus yang paling mengharukan adalah Stickwitu. Video montage yang ditampilkan menambah suasana haru tema Best Friend Forever yang ingin disampaikan. Tampak air mata Kimberly Wyatt mengalir di akhir lagu. Begitu juga tampaknya di mata Melody. Dan the Pussycat Dolls pun meninggalkan panggung. Nah, di saat2 seperti ini penonton berharap supaya mereka tampil lagi. Benar saja, teriakan ‘we want more’ berulang2 diteriakkan. Tak lama kemudian, the dolls muncul lagi membawakan single hits pertama mereka, Don’t Cha. Yang sudah mellow, kembali ceria. Semua mulai ikut bernyanyi bersama. Setelah itu, Nicole menanyakan penonton hendak mendengar apa.
Kompak semua berteriak ‘Jai Ho!’ dan tanpa basa basi mereka menampilkan Jai Ho dengan koreografi penuh dengan background video originalnya. Hebat dan mempesona. Sebagai penutup, When I Grow Up dibawakan dengan sangat maksimal dan berhasil memuaskan seluruh mata penonton yang hadir pada malam itu.
Meskipun sampai H-1 masih disampaikan bahwa penjualan tiket hanya mencapai 70% keseluruhan, tapi kenyataannya Istora Senayan berhasil dipenuhi oleh penonton dengan tiket festival. Dan hampir 2/3 untuk kelas lain. Di kerumunan penonton, bisa didapati nama2 terkenal seperti Maia, mey Chan, Julie Estelle, Kathy Sharon, Shanty, Indra Brugman, Rini Idol, Anji Drive, ussy, Dimas Beck, dan masih banyak lagi. Ini membuktikan bahwa show yang digelar oleh Mahaka ini benar2 menarik perhatian Indonesia secara keseluruhan. Mahaka sendiri di awal2 peluncuran konser ini menyatakan tidak menemui banyak kendala untuk mengundang grup vokal dari Amerika ini. Karena tim the Pussycat Dolls sendiri yang tidak banyak menuntut pada penyelenggara, dimana mereka hanya meminta double big screen, penginapan hotel berbintang 5, dan pengawal khusus. Permintaan standar bagi nama besar seperti gadis2 ini. Dan semoga kemudahan yang kita peroleh dari sini, bisa menjadi stimulan untuk performer2 luar negeri berikutnya.
Saya, Ai Hasibuan, menyampaikan banyak terima kasih kepada Sound Up dan creativedisc.com yang telah memberikan kesempatan meliput konser kali ini. Dan semoga lain kesempatan bisa bekerjasama kembali.
utk complete list lagu yg mereka bawakan click…

Read More

The Pussycat Dolls Doll Domination World Tour Press Conference

Apa yang diharapkan dari kedatangan The Pussycat Dolls ke Jakarta? BANYAK!! Kemewahan, kemeriahan, keceriaan, dan segala yang baik yang diharapkan akan terwujud di konser yang akan digelar Selasa, 2 Juni, di Istora Senayan Jakarta nanti. Semua itu sudah bisa dibayangkan sejak pagelaran press conference di Ritz Carlton Mega Kuningan, Senin 1 Juni pada pukul 14.00 s.d. 16.00 waktu Indonesia bagian barat tadi. Ai Hasibuan, eksklusif untuk Creativedisc.com dan Majalah SoundUp, melaporkan.
Photobucket
Pukul 13.00 saya sudah tiba di Ritz Carlton dan sudah mulai banyak berpikir tentang apa yg akan saya jalani hari ini. Well, selain ber-akting sebagai wartawan kali ini, saya juga harus menjalani profesi lain, yaitu seorang penggemar dari girlband yang beranggotakan Nicole Scherzinger, Melody Thornton, Jessica Sutta, Ashley Roberts, dan Kimberly Wyatt ini. Setiap detak jantung terasa semakin berasa, setiap hembusan napas terasa semakin panjang. Dan melihat rekan2 wartawan dari berbagai media, tidak membuat saya merasa lebih kerdil dibanding mereka. Maybe this is my first, but I surely won’t make it my worst!
Di lantai 2 ballroom 3 acara digelar. Seluruh kamera dan sorot mata sudah tertuju pada meja di panggung yang sudah bertuliskan nama direktur utama penyelenggara, masing2 anggota the Pussycat Dolls, dan perwakilan dari produk shampoo yang menggelar acara ini. Tapi yang ganjil adalah di sana hanya terdapat 6 tempat duduk. Sedangkan dengan formasi yang saya utarakan sebelumnya, adalah 7 tempat duduk seharusnya.
Photobucket
Benar saja, pertanyaan pun mulai ditanyakan. Nama Jessica Sutta tidak tertera di meja konferensi untuk media tersebut. Setelah sekian lama menunggu di bangku pers, akhirnya sang MC berhasil mempersilahkan setiap orang yang dianggap paling penting dalam penyelenggaran konser ini untuk tampil. Seperti yang diprediksi, kemeriahan melaju saat Nicole, Melody, Ashley, dan Kimberly tampil ke hadapan wartawan. Konferensi dimulai dari pembukaan oleh direktur penyelenggara, Mahaka Entertainment, yang kemudian dilanjutkan oleh sambutan dari Clear.
Maka sesi tanya jawab pun digelar. Jujur, di antara banyaknya media disana, saya hampir tidak yakin akan mendapatkan kesempatan untuk bertanya kepada grup ini. Tapi ternyata, perwakilan dari Medan ini berhasil mendapatkan kesempatan pertama untuk bertanya. Selanjutnya diberikan 4 kesempatan bagi media lain untuk menanyakan hal yang perlu dipertanyakan di sesi tanya jawab ini. Semuanya terangkum dalam lima point di bawah ini.
1. Dalam Doll Domination, the Pussycat Dolls bekerjasama dengan begitu banyak nama, mulai dari Ne-Yo, Snoop Dogg, Missy Elliott, hingga R. Kelly. Menurut Nicole, masing2 artis dan produser memilki ciri berbeda, sehingga mereka merasakan perasaan yang berbeda bekerjasama dengan nama2 tersebut. Sehingga tidak dapat dipilih, mereka lebih senang bekerjasama dengan siapa. Nicole mengatakan bahwa setiap kolaborasi itu terasa wonderful.
2. Nicole tidak mau membocorkan apa saja yang akan mereka tampilkan besok malam. Termasuk akankah mereka menyanyikan single Jai Ho. Nicole menjawab singkat, ‘We’ll see’ dengan senyuman manisnya. Berikutnya, dia menjelaskan bahwa pembuatan Doll Domination 2.0 adalah ppenambahan beberapa lagu baru ke dalam daftar lagu yang mereka sudah buat di Doll Domination yang original.
3. Mengapa Jessica Sutta tidak hadir dalam konferensi pers? Jawabannya adalah Jessica mengalami cedera punggung yang mengharuskan dirinya diterbangkan kembali ke L.A. untuk mendapatkan perawatan. Dan Kimberly mengatakan bahwa Jess akan bergabung kembali dengan mereka A.S.A.P. Menanggapi masalah perpisahan, Nicole menjelaskan bahwa PCD feels like home buat masing2 anggotanya, dan meskipun mereka memiliki interest di bidang solo, akting, atau apapun itu, PCD akan tetap ada. Dan terserah fans yang menilai tentang pemberitaan bubarnya PCD.
4.Mengenai penampilan seksi, Nicole menjawab dengan sangat cerdas, ‘We respect culture!!’. Singkat dan tepat. Melody menambahkan bahwa mereka juga pernah tampil di Malaysia untuk MTV Asia Music Awards, dan mereka masih terlihat ‘cantik’. Nicole kemudian mengatakan bahwa image dan talent itu berjalan beriringan.
5. Dan pertanyaan terakhir adalah genk PCD sudah kemana saja di Jakarta, mereka menjawab belum kemana. Tapi satu kepastian, konser Doll Domination nantinya akan penuh dengan singing, dancing, laughing, dan semua yang positif yang bisa ditampilkan! Amin…
Photobucket
Sebelum berakhir, PCD menerima penghargaan atas pencapaian yang mereka peroleh dari penjualan 2 album mereka, Gold untuk PCD dan platinum untuk Doll Domination. Trus, bagaimana mengakhiri sebuah konferensi pers a la Dolls?? Ya, mereka mempersilahkan empat gadis cilik yang ternyata adalah big fans-nya mereka untuk memberikan tadatangan dan sedikit pelukan. Wah, the Pussycat Dolls sangat ramah menyambut mereka yang kemudian memberikan 5 buah boneka beruang dalam 5 paket berbeda. Ck ck ck… Mengharukan bagiku, sangat membahagiakan bagi gadis2 cilik itu pasti.
Sampai jumpa di konser nanti, semoga semua berjalan lancar. Dan doa khusus saya tujukan bagi Jessica Sutta, semoga cepat sembuh!! Amin…
By Ai Hasibuan

Read More

Page 3 of 24 pages « First  <  1 2 3 4 5 >  Last »